Masyarakat Buloh Seuma Minta Dibuka Sekolah Menengah Atas

Barsela24news.com



Tapaktuan, Aceh Selatan - Masyarakat Kemukiman Buloh Seuma Kecamatan Trumon Kabupaten Aceh Selatan, meminta kepada Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh membuka SMA agar putra putri mereka bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Desa Kuta Padang, Abdul Manaf dan tokoh masyarakat Buloh Seuma saat reses Anggota Komisi VI DPRA, M. Iqbal SKom beberapa waktu lalu.

Menanggapi keinginan masyarakat Buloh Seuma itu, M. Iqbal yang duduk di komisi VI DPRA salah satunya membidangi pendidikan, mengajak Anggota Komisi VI DPRK Aceh Selatan, Maiyatun SKM dan Anggota DPRK Aceh Selatan dari dapil 6, Mauridi SE bersilahturrahmi ke Buloh Seuma.

Pertemuan itu pun berlangsung di rumah Kepala Desa Kuta Padang dihadiri tokoh masyarakat dan pemuda Kemukiman Buloh Seuma serta Kepala SMP Negeri 2 Trumon, pada Kamis (3/4/2025).

Kepala Desa Kuta Padang, Abdul Manaf kepada media ini, Jum'at (4/5) menyampaikan harapannya, agar Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh segera membuka SMA agar putra-putri di Buloh Seuma tidak putus sekolah.

Katanya, untuk melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri 1 Trumon ibu kota kecamatan terlalu jauh, harus menempuh jarak 34 Km. Mereka harus menggunakan kendaraan roda dua, dan tinggal di rumah saudara di sana atau menyewa kost.

"Sebagian orang tua siswa tidak memiliki kendaraan roda dua atau motor, dan tidak semua juga masyarakat di sini memiliki kerabat di Keude Trumon," ujar Manaf.

Kepala desa menjelaskan, Kemukiman Buloh Seuma teridiri dari tiga desa yakni, Desa Kuta Padang, Tengoh dan Raket. Keseluruhannya memiliki lebih kurang 410 KK dan dihuni sebanyak 1.100 jiwa.

Kepala SMP Negeri 2 Trumon, Zulhadi SPd yang lokasinya berada di Buloh Seuma mengungkapkan, setiap tahun siswanya yang lulus dari kelas IX hanya 50 persen melanjutkan ke jenjang menengah, sebagiannya lagi putus sekolah.

"Apabila dibuka SMA semisal kelas jauh, siswa yang menganggur tiga tahun terakhir jumlahnya tahun ajaran baru ini tidak kurang dari 60 orang," sebut Zulhadi.

Malahan ujar kepala sekolah, di SMP Negeri 2 Trumon tersedia satu ruang belajar yang kosong bisa dilakukan kegiatan belajar mengajar, kemudian bisa guru-guru di sekolah yang ia   pimpin untuk mengajar, malahan ada putra daerah di sini sudah mersih gelar sarjana pendidikan.

Kendalanya, ruang yang kosong itu belum ada mobiler. Malahan, seandainya SMA dibuka tahun ini tidak menutup kemungkinan siswa dari Kuala Baro Aceh Singkil akan menjadi siswa di sini, karena jaraknya sekitar 15 menit dari Kula Baro ke Buloh Seuma.

Menanggapi keinginan masyarakat Buloh Seuma yang tergolaong daerah terpencil ini, Anggota Komisi VI DPRA, M. Iqbal dari dapil 9 akan menyampaikannya ke Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh.

"Wewenang pembukaan SMA itu berada di Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh, kita siapkan semua perlengkapan data untuk kita lakukan audiensi dengan Kadisdik Aceh," kata Iqbal.

Dikatakannya, persoalan tidak ada mobiler untuk kegiatan belajar mengajar, asalkan Disdik Aceh memberikan izin operasinal dibukanya SMA, Insya Allah kita akan bantu melalui dana pokir.

"Pendidikan itu hak warga negara dimanapun mereka berada tak terkecuali di Buloh Seuma, wajib menerima pendidikan yang layak dari pemerintah," ucap Iqbal.

Sementara itu, Anggota Komisi VI DPRK Aceh Selatan, Maiyatun menyampaikan, pada prinsipnya kami sangat mengapresiasi keinginan masyarakat Buloh Seuma meminta dibukanya SMA untuk melanjutkan pendidikan.

"Ini membuktikan masyarakat di sini masih peduli dengan masa depan putra-putrinya sekali pun berada di daerah pelosok," imbuh Maiyatun.

Hal yang sama diutarakan oleh Anggota DPRK Aceh Selatan dari dapil 6, Mauridi. Ia sangat mendukung dibukanya SMA di Kemukiman Buloh Seuma.

"Kami siap membantu kelengkapan administrasi rekomendasi dari Bupati dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Selatan," tandas Mauridi.

Sedangkan Praktisi Pendidikan Aceh yang ikut hadir, Dr Yulizar MEd menyampaikan, langkah yang dilakukan oleh Anggota Komisi VI DPRA sangat tepat, karena pembukaan SMA itu adalah wewenang Perintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh.

"Pembukaan SMA kelas jauh seperti di Alur Keujrun Kecamatan Kluet Tengah alternatif terbaik tahap awalnya, proses belajar mengajar dilaksanakan di SMPN Negeri 2 Trumon, sedangkan semua administrasinya masih tunduk di SMA Negeri 1 Trumon," ungkap Yulizar alumni S-3 UPI Bandung ini.

Dukungan Bupati Aceh Selatan

Terpisah, Bupati Aceh Selatan, H Mirwan MS, SE MSos melalui Wakil Bupati, H Baital Mukadis SE, memberikan dukungannya atas dibukanya SMA di Kemukiman Buloh Seuma supaya ada pemerataan pendidikan pada jenjang menengah.

"Pihaknya siap membantu rekomendasi dan berkoordinasi dengan Kacabdisdik Wilayah Aceh Selatan, bahkan siap mempresentasikan data dan fakta di hadapan Kadisdik Aceh," pungkas Baital.(*)

Laporan: Hartini